ketika keamanan dipertanyakan

hai hai hai, jumpa lagi bersama nina bukan dalam acara cilukba, melainkan dalam tulisan acakadut bin ajaib.

jadi ceritanya begini, beberapa hari ini saya agak agak mempertanyakan kenapa sih orang-orang itu selalu menuntut ‘keamanan’ ketika dirinya sendiri gak bisa memberikan rasa aman kepada dirinya sendiri gitu. kenapa saya bisa bertanya-tanya mengenai hal itu?

suatu malam, sepulang kuliah saya seperti biasa naik motor. kebetulan setelah keluar kampus ketemu sama yang namanya lampu merah yang agak-agak macet bikin sebel gitu. sayangnya malam itu ketika saya ada di sekitar lampu merah itu, lampunya sedang berwarna merah, jadi saya harus stop donk… di sebelah saya ada mbak-mbak yang juga naik motor sendiri. tapiiii…. *jeng jeng* saya shock aja ketika dia mengeluarkan handphone dari bagasi motor depannya (itu loohh tempat kecil di bagian depan motor, khususnya motor matic).  nah yang bikin kaget lagi, begitu dia selesai berhape ria, dia mengembalikan hapenya ke tempat itu! WHAT???

kaget campur haru (mana ada cyin), saya lanjut perjalanan di belakang si mbak-mbak itu, dan dia kayanya gak mengkhawatirkan hapenya di tempat itu yang menurut saya bisa memancing tindak kejahatan. dalam hati saya mbatin, “Duh Gusti, ntar kalo terjadi apa-apa sama dia, yang disalahin siapa?” kenapa saya mbatin gitu? soalnya, udah pasti yakin sure, orang-orang yang seperti itu akan lebih mempersalahkan lingkungan. contoh “tempatnya gak aman tuh, banyak jambret”. lah gimana gak di jambret kalo dia emang gak mancing?

itu sih contoh-contoh kecil yang bisa saya ceritain, yang mungkin menurut orang-orang tersebut hal-hal yang (kemungkinan) membahayakan dirinya itu adalah sesuatu yang ‘biasa aja’ karena “banyak kok yang kaya begitu tapi gapapa”. lah kalo pas kita kena apesnya gimana yes?

soooooooo,
menurut saya, kita sebagai manusia itu seharusnya bisa menjaga diri kita dengan cara lebih berhati-hati. mungkin handphone bukan benda yang begitu berharga, tapi orang jahat itu selalu ada dimana-mana. selain harus percaya bahwa Allah melindungi kita, seharusnya kita juga bisa donk menjaga diri kita sendiri dengan menghindari hal-hal yang bisa memancing tindakan bahaya?

gak usah nuntut untuk diberikan rasa aman, tapi berikanlah diri kita sendiri rasa aman itu 🙂

 

salam,
nha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s