Kenapa Sih?

Kenapa sih post ini judulnya harus “kenapa sih?”

Post kali ini sebenernya bukan tentang nanya kenapa sih atau ada apa sih, tapi lebih curahan hati gw aja yang akhir-akhir ini sering ditanyain “kenapa sih?”. awalnya sih gw merasa baik-baik aja, pertanda kalo orang-orang di sekitar mungkin butuh sebuah masukan, or have no idea at all about what i’ve been doing. tapi percaya gak percaya, pertanyaan itu mulai mengganggu.

#1 KENAPA SIH?

kenapa sih pertama yang mulai mengganggu gw adalah reaksi orang begitu tau gw sering terlibat berbagai kegiatan sosial. “kenapa sih nin, rela jauh2 kesana demi orang2 yang gak lo kenal?” atau “kenapa sih nin, baik banget sama mereka?”. untuk jadi baik, untuk jadi orang yang baik, gw rasa gw gak butuh menjawab dengan awalan “karena…. blablabla”. kegiatan sosial itu seharusnya kita lakukan, bukan karena, tapi meskipun. ya meskipun lo ga punya duit, tapi lo punya tenaga, kenapa ga lo bantu mereka yang butuh tenaga lo? ya meskipun lo ga punya tenaga, atau waktu, tapi lo punya duit (inget ga usah berpatok sama 2.5% gaji lo), kenapa gak lo sumbangin aja ke mereka yang lebih butuh? dan meskipun lo pikir kegiatan gw ini semacam buang2 energi dan waktu, kenapa gak lo diem aja? dan meskipun gw sebel sama yang nanya begini, gw cuma bisa senyum-senyum aja sambil menjawab “panggilan hati”.

#2 KENAPA SIIIHHH?

kenapa sih yang ini sebenernya comes out saat orang-orang mulai tau rencana menikah gw tahun ini. “kenapa sih harus nikah muda? kan lo belom kerja? kan calon lo belom lulus? kan… kan….”. nothing to worry, dear. niatan gw untuk menikah adalah untuk menyempurnakan setengah agama gw. melindungi diri gw dari fitnah, dan menjaga gw supaya tetap di jalan Allah. Alhamdulillah jodoh gw datang lebih cepat, meskipun belom kerja, gw percaya dia akan jadi imam yang bertanggung jawab buat makmumnya. Aamiin. jadi udah ya, ga usah nanya kenapa kenapa kenapa… πŸ˜€

#3 KENAPA SIIIHHH??

“kenapa sih nin lo lebih suka ngalah?”. gw rasa, ngalah itu bukan berarti kita kalah. setiap kali gw ngalah terhadap sesuatu (temen yang ngajakin debat, nyokap yang banyak maunya, atau kakak yang-begitu-deh), gw merasa gw menang melawan ego gw. manusia itu kan makhluk sosial, gesekan ego itu pasti ada. kalo dia panas, gw panas, meledak, lantas apa yang bisa gw banggakan? bangga kalo gw bisa marah-marah? nope! gw lebih bangga menunjukkan ke banyak orang kalo gak ada konflik antara gw dan teman-teman, atau antara gw dan keluarga. gw berusaha lebih legowo terhadap banyak hal, karena gw rasa ada hal-hal yang gak bisa dijawab dengan ‘gak mau ngalah’, dan cuma bisa dijawab ketika kita ngalah, diam, dan ambil jeda sejenak… πŸ˜€

 

well, people… banyak alasan kenapa seseorang itu melakukan sesuatu, mungkin kita gak tau alasan apa itu, atau kita menganggap sesuatu tersebut gak masuk akal, tapi lihatlah dari perspektif lain, sudut pandang baru, yang mungkin bisa mengubah cara kalian mencari alasan atas tindakan seseorang itu πŸ˜€

 

Cheers!
-nha-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s