Perempuan dalam Islam

“makanya hukum mutlak bagi wanita adalah menuruti lelaki/suaminya, tidak boleh tidak. Jadi mau gak mau ya kalau mengaku sebagai wanita sesungguhnya yang benar benar mempelajari agama (Islam) harus bener bener nurut sama suami biar suami mau apa juga kudu nurut… Kasian kalian wahai kaum wanita yang terjajah. semoga kalian bisa berpikir lebih terbuka dan rasional…”

seorang perempuan dalam Islam, sesungguhnya amat sangat dimuliakan oleh Allah. kita, saya, kami perempuan Islam, tidak pernah merasa terjajah oleh laki-laki. kita, saya, kami perempuan Islam, jauh bisa berpikir lebih terbuka dan rasional. bahwa sesungguhnya kami diciptakan oleh Allah untuk bisa membangun sebuah generasi, menciptakan sebuah generasi beradab dan bermoral. dan Allah menjanjikan kepada kami, perempuan, sebuah kehidupan di akhirat yang lebih indah apabila kami, perempuan, mampu mengikuti apa yang telah ditetapkanNya.

—-

tahukah engkau, surga di bawah telapak kaki ibu? Rasulullah pun bersabda ketika ditanya oleh seseorang:

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”. Laki-laki itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.” (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)

mengapa ibu? karena ibu mengandungmu selama 9 bulan, melahirkanmu dengan penuh kesakitan, menahan pedih antara hidup dan mati untuk mendengar tangis pertamamu. bahkan Allah menjanjikan surga bagi ibu yang meninggal saat melahirkan. ibu merawatmu. dia mendidik generasi. generasi yang baik pastilah tumbuh bersama seorang ibu yang baik. tahukah betapa tugas seorang ibu amat sangat beratnya? 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, siang-malam, sebelum memikirkan dirinya sendiri, dia memikirkan anak-anaknya. pernahkah engkau berdoa untuk keselamatan ibumu, yang telah membesarkanmu dan menjadikanmu generasi yang baik?

—-

seorang perempuan sesungguhnya didoakan oleh 4 orang laki-laki dalam hidupnya. Ayahnya. Saudara laki-lakinya. Anak laki-lakinya. Suaminya. ketika seorang perempuan belum menikah, segala dosa dan aibnya ditanggung oleh ayahnya. saat dia menikah, maka sang Suami akan mengambil tugas sang ayah. bahkan saat Akad Nikah dilaksanakan, tahukah engkau para malaikat menyaksikan janji Suami? dan segala semesta bergetar mendengar janji sang suami? lantas, salahkah kami perempuan untuk menurut pada ayah kami, suami kami, kakak laki-laki kami? kami akan menurut pada setiap perkataan ayah kami, suami kami. mengapa? karena apapun yang kami lakukan, kelak akan dipertanggung jawabkan juga oleh ayah dan suami kami. menuruti ayah atau suami adalah kewajiban kami, perempuan. tapi, tahukah engkau bahwa kami juga punya hak untuk menolak, apabila yang dikatakan ayah atau suami kami jauh dari ajaran agama kami? kami berhak untuk mengingatkan ayah atau suami kami, apabila mereka sudah melewati batas, kami punya hak untuk menolak, tidak mengikuti, atau tidak menuruti, apabila apa yang ayah atau suami kami melenceng dari jalan agama.

—-

bahkan dalam kitab suci Al-Quran, Allah SWT telah menunjukkan sekian banyak kemuliaan perempuan. Islam telah memberikan wanita satu kedudukan yang paling mulia .

Allah SWT berfirman: “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami  mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”(QS. An-Nur : 31)

Allah SWT juga berfirman: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin “Hendaklah mereka menutupkan jilbab ke seluruh tubuh mereka” yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang” (QS Al-Ahzab : 59)

betapa Allah SWT ingin melindungi perempuan, dari siksa api neraka, dari pandangan laki-laki tidak bertanggung jawab, dan dari hal-hal yang membahayakan diri kami, perempuan. betapa mulianya perempuan, dilindungi Allah SWT, dihargai, dan dijaga kehormatannya.

—-

lantas, masih pantaskah anda, orang yang tidak paham mengenai perempuan dan agama, mengatakan bahwa kami dijajah dan tidak bisa berpikiran rasional? Semoga Allah memberikan hidayah…

 

salam,
nina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s