Rahasia Hidup Tenang

awalnya tulisan ini mau dikasih judul, Rahasia Hidup Bahagia, tapi rasanya menggambarkan apa yang mau ditulis berikutnya lebih tepat apabila menggunakan kata “Tenang”. so here it is…

selalu ada yang mengira hidup saya ini indah-indah aja, gak ada naik-turun, pasang-surut, sedih-senang, karena yang saya tau memang cuma senang dan tenang (tenang hati yaaa, aslinya saya juga orang yang gak bisa tenang mulutnya :P). saya mulai berpikir, apa ya? saya makan seperti apa yang kalian makan, saya juga menghadapi masalah saya sendiri yang tingkat kerumitannya itu hanya bisa saya dan Allah yang menilai, aha! ternyata selama ini (belum lama juga sih, tapi semenjak 2-3 tahun belakangan ini) saya menerapkan yang namanya……….

1. Berpikiran Positif

rahasia hati yang tenang dan senang adalah pikiran yang positif, apapun yang kita pikirkan selalu memiliki pengaruh atau reaksi pada tubuh kita. gak percaya? coba aja sesekali dirasa, saat kita berpikiran buruk terhadap seseorang, kita biasanya jadi gelisah. ohhh, gampangnya begini, ketika kita sakit, silahkan bedakan ketika kita berpikiran “aahh ini sakit gapapa, insha Allah sembuh segera” sama “aduh, sakit lagi, badannya gak enak lagi, aduh aku males ngapa-ngapain” bagaimana hasilnya pada tubuh kita? jika kita berpikiran seperti yang pertama “insha Allah aku sehat” maka atas izin Allah, kesehatan akan menghampiri. semenjak meng-convert segala sesuatu ke sisi positif, saya merasakan perbedaan pada tubuh dan hati ini. lalu, kenapa gak untuk memulai berpikiran positif kan?

2. Senyum, Senyum, Senyum

jaman magang dulu, SPV saya selalu bilang, “nina ini senyum aja terus, tapi masalah gw beres semua sama dia”. senyum itu semacam morphine buat tubuh (gatau sih ya secara psikologi gmana), tapi dengan senyum seakan semua masalah lenyap. kadang kalo lagi sedih banget, saya suka berdiri di depan cermin, terus senyum-senyum sendiri, habis itu? serasa ada yang hilang. saat lagi males, gelisah, galau gak ada ujung, saya berdiri lagi di depan cermin, SENYUM! dan tiba-tiba ada semangat yang nyelip di hati. kalo menghadapi orang yang marah? saya juga lebih banyak senyum. keliatannya sih kaya ngeledek banget sih ya, tapi percaya gak percaya, ternyata ada loh orang yang gak jadi marah karena disenyumin (termasuk saya). senyum itu ibadah, menebar kebaikan, menebar suka cita, kenapa gak senyum? kalo malu senyum sama orang lain, cobain deh senyum ke diri sendiri dulu 😀

3. Jangan ada Dendam di antara kita

jaman SMP, SMA, kuliah awal-awal, sempet punya motto: “lo baik sama gw, gw bisa baik banget sama lo. lo jahat sama gw??? gw bisa seribu kali jahat sama lo”. but then, karena mulai meng-convert ke pikiran yang jauh lebih positif, saya mulai mikir “ngapain orang jahat dijahatin lagi? mending dibaikin, siapa tau mereka bisa berubah baik juga”. dan semenjak itu, semua berubah (halah). orang mau sejahat apapun, rasanya gak adil kalo kita bales jahatin lagi, tapi sebaiknya di doakan, disirami kebaikan, siapa tau mereka juga bisa jadi baik. jadi kalo ada orang jahatin kita, kita gak mikirin mereka, hati ini tiada lah beban, tiadalah kotoran… *ceileee* (kalo masih butuh cerita tentang ini, sesungguhnya saya terinspirasi dari kisah Rasul, silahkan cari kisah Rasul, perjalanan ke Thaif, dan doanya kepada orang-orang di Thaif :D)

4. EMOSI? calm down… 🙂

gampang sih emang untuk bilang, jangan emosi, jangan suka marah-marah, tapi saya selalu keingetan sebuah hadis yang sering Soleha dan Feysha, kedua keponakan tersayang saya, bacakan. artinya kurang lebih begini “Janganlah kamu marah, maka bagimu surga”. bayangkan Allah menjanjikan kita, jika kita tidak marah (beda kasus kalo kita marah untuk menegakkan agama ya :D), kita akan mendapatkan surga… intinya, coba deh kita bayangkan kalo kita sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit marah, apa yang rusak dalam diri kita? jiwa kita. lantas kalo jiwa kita rusak, apa yang bisa menolong kita? marah itu boleh, tapi yang tidak boleh adalah ketika marah jadi dendam, pelan-pelan merusak jiwa kita, pikiran kita, dan pada akhirnya merusak kita sebagai seorang individu… karena menurut sebuah hadis yang dirawayatkan Muslim, “sesungguhnya ada dua hal pada dirimu yang dicintai oleh Allah, yaitu lemah lembut dan tidak mudah marah”. Insha Allah kita bisa menjadi orang-orang yang lemah lembut pembawaannya 🙂

 

jadi sesungguhnya hidup tenang, damai, bahagia itu bukan cuma ada di khayalan kita, tapi bisa kita capai. gimana? semuanya dimulai dari diri kamu sendiri… 🙂

 

salam,
nina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s