Attitude is Everything

Source: blog.staub-leadership.com

Someone told me that, Attitude is Everything and it determines your outlook, so we should choose the positive one…

Dalam dunia komunikasi pemasaran dikenal dengan yang namanya “Attitude toward the Brand” atau “Sikap terhadap Merek”. Sebuah penelitian menyatakan bahwa, sikap terhadap merek dipengaruhi oleh pengalaman konsumen sebelumnya dan informasi atau memori yang disimpan oleh konsumen (Celsi& Olson, 1988). Schiffman dan Kanuk bahkan menyatakan bahwa sikap timbul akibat adanya proses evaluasi dari beberapa atribut yang dimiliki oleh merek. Apabila atribut yang dimiliki oleh merek positif, lalu dievaluasi secara positif oleh konsumen, maka akan menghasilkan sikap yang positif pula. Atribut sebuah merek itu bisa saja dari logonya, iklannya, pelayanannya, produknya, bahkan isu-isu yang meliputi merek tersebut.

Gampangnya begini ya, saat pertama kali saya dengar kalau Restoran “S” itu belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, dan kemudian disusul dengan kenyataan tidak tertempelnya stiker atau logo halal di restoran mereka, sikap saya jadi cenderung negatif ke restoran ini. Belum lagi ditambah cerita-cerita horor di balik makanannya. Kebayangkan kalo misalnya ada ribuan orang diluar sana yang punya sikap cenderung negatif ke restoran itu lalu memutuskan untuk gak pernah makan disana. Padahal tujuan sebuah merek punya beberapa atribut dan kemudian membangun banyak tools komunikasi kan karena mereka ingin diperhatikan (awarness), kemudian timbul keinginan (interest), tambah kuat keinginannya (desire), dan berakhir pada ACTION! atau pembelian.

Oke oke, sebenernya pembahasan saya bukan tentang Komunikasi Pemasaran šŸ˜›

Pembahasan saya sebenernya berpusat pada diri kita sebagai manusia. Kita ini hampir sama loh kaya sebuah merek. Agar kita mendapatkan sikap yang positif dari orang lain, kita harus bisa mempunyai atribut-atribut yang positif. Kalo kata orang marcomm, harus bisa membranding diri kita dengan sesuatu yang unik/positif. Yang positif kaya gimana? Misalnyaaaaa, suka menolong, rajin menabung, ramah tamah, sopan santun, dan lain lain. Atribut-atribut ini yang kemudian membentuk sikap seseorang terhadap kita. Kalo atribut kita positif, maka sikap orang terhadap kita positif, begitu juga sebaliknya šŸ™‚ Ketika sikap orang lain itu positif sama kita, maka keinginan mereka untuk lebih dekat dengan kita tentunya akan meningkat donk… šŸ˜€

Pembahasan mengenai sikap atau attitude orang ini ya memang kayanya gak akan selesai-selesai, karena sikap atau attitude ini dibentuk ketika kita tumbuh, dari lingkungan sekitar kita, dan dari atribut-atribut yang (secara gak langsung) ditanamkan oleh keluarga kita. Andai saja semua orang sadar akan hal ini, mungkin hidup bakal adem ayem aja ya? Etapi hidup yang adem ayem mah gak ada tantangannya ya? Hehehe.

 

Cheers,
nina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s