Boracay: Birunya Laut dan Putihnya Pasir

0300096e
Boracay 2014

Perjalanan saya ke Boracay sebenarnya sudah jauh berlalu. Desember 2014 lalu, saya dan suami dapet hadiah khusus dari Papa Mertua yaitu, terbang ke Boracay. Jadi jangan tanya saya berapa biaya yang saya habiskan saat pergi ke Boracay, karena semuanya sudah diatur oleh Papa Mertua.

Boracay terletak di Filipina, tepatnya 315 Km dari ibukota Manila dan terletak di Kepulauan Visayas, Provinsi Aklan. Untuk mencapai ke Boracay, ada dua pilihan pesawat dari Manila. Pertama, pesawat yang mendarat di Bandara Caticlan, pesawatnya hanya cukup menampung kurang dari 100 orang, perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam, namun begitu turun dari pesawat kurang lebih 5 menit sudah tiba di dermaga penyebrangan atau Jetty Port Caticlan menuju Pulau Boracay. Kedua, pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Kalibo, karena Bandara internasional maka pesawat yang mendarat di bandara ini adalah pesawat yang cukup besar. Perjalanan pun menempuh waktu yang sama, namun jangan senang dulu, karena Kalibo ke Caticlan masih memakan waktu 2 jam lagi melalui perjalanan darat.

Perjalanan saya waktu itu menggunakan Cebu Pacific yang langsung mendarat di Caticlan. Begitu mendarat, orang yang menjemput kami dari hotel sudah menunggu di luar. Menyebrang dari Caticlan menuju Boracay hanya butuh 10 menit. Begitu mencium aroma laut, saya langsung kegirangan sama suami. Aduh, sudah lama banget loh rasanya gak ke pantai atau ke pulau gitu.

Sebelum jalan ke Boracay, saya sempet googling tentang apa aja yang menarik disana. Salah satu yang menarik adalah Pub Crawling, silahkan di klik untuk informasi lebih lanjut. Jelas donk saya gak mungkin ikutan ini :P, maka saya cari kegiatan laut lainnya. Awalnya ditawarin untuk ke Ariel’s Point, tempat dimana kita bisa melakukan beberapa kegiatan outdoor kaya cliff diving, kayaking, etc. Tapi karena sampe Boracay sudah menjelang sore, jadi kita batal kesana. Juga ditawarin untuk naik ATV dan flying fox dari bukit tinggi jadi bisa keliatan pemandangan Pulau Boracay, tapi lagi-lagi karena sudah sore dan agak mendung, kita memutuskan untuk gak kesana juga. Akhirnya pilihan kita jatuh pada snorkeling di keesokan harinya. Sebenernya orang yang nawarin sudah mewanti-wanti kalo besok pagi itu kayanya bakal mendung, ombak bakalan gak begitu bagus, dan perahu bakalan segera pulang karena dalam 2 sampai 3 hari ke depan diprediksi ada Topan Hagupit yang akan melanda kawasan Filipina dari wilayah selatan menuju utara. Agak goyah sih, tapi si mas-mas yang nawarin itu bilang “Oke. Tomorrow i’ll be back to pick you up”.

Sore itu kita habiskan untuk jalan-jalan sepanjang pesisir pantai Boracay yang paling terkenal, White Beach. Nah, di White Beach ini saking panjangnya dibagi ke dalam beberapa Area 1 – 5, gunanya untuk memudahkan Turis dalam mencari area makan atau pub yang ada disana. Waktu itu saya menginap di Le Soleil De Boracay yang terletak di Area 2, deket sama McDonalds! Ngeliat McDonalds itu selama di Filipina membuat hati saya adem. Meskipun termasuk kategori “Yellow Food”, tapi saya mah Bismillah aja makan McDonalds disana… Hahaha. Sepanjang pesisir White Beach itu banyak banget orang yang hanya berjemur, mejeng, duduk di pub, berenang, dan banyak yang jualan! Hahaha. Jalan-jalan kita berlanjut sampai malam, dan menemukan sebuah pub dan restoran yang para chefnya tetiba keluar, lalu lagunya PSY yang Gangnam Style terdengar, dan para chef……………………… BERGOYANG semuaaaa… Keren deh.

Second Day

Di hari kedua, paginya saya dan suami sudah ready untuk snorkeling. Benar saja, pagi itu langit Boracay mendung. Dengan mengucap bismillah, saya dan suami pun memutuskan untuk tetap berlayar untuk snorkeling. DAAAAAANNNNN, angin kencang dan ombak yang cukup tinggi menyambut kita. Saya biasanya snorkeling tanpa rompi pelampung, kali ini terpaksa pake rompi karena khawatir. Dari yang dijadwalkan 3 jam snorkeling, terpaksa belum 2 jam saya dan suami menyudahinya karena ombak yang semakin tinggi. Selesai snorkeling, hujan rintik-rintik mengguyur pesisir White Beach. Karena iseng, saya dan suami malah berenang di kolam renang hotel dengan alasan belum puas tadi berenang di laut. Hahaha. Sore itu kita habiskan untuk muter-muter dan mencari warung nasi di dalam pasar D’Talipapa. Oiya, di Boracay ini banyak loh penduduknya yang muslim, jadi ada beberapa warung nasi di pasar D’Talipapa yang menyediakan makanan halal dan harganya muraaahhh. Karena biasanya kami berdua makan diatas 300 Peso berdua, ketika makan di warung nasi ini cuma habis 180 Peso. Hehehe.

Topan Hagupit

Di hari ketiga itu, berita akan segera datangnya topan hagupit membuat semua penerbangan ke daerah selatan dan sebaliknya, dibatalkan. Saat sarapan, saya sampe keselek karena berita dibatalkannya pesawat kami dari Caticlan menuju Manila sore itu. Panik. Lemes. Tapi suami tenang-tenang aja. Akhirnya dia memutuskan untuk telfon ke Sekertarisnya Papa Mertua. Dalam hati saya, ini udah dibayarin kesini, sekarang mau ngerepotin lagi, tapi daripada gak bisa balik Manila sih yaaa… Setelah beberapa jam dalam kondisi was-was dan panik, plus ditambah ngeliat restoran dan pub sepanjang pantai sudah mempersiapkan diri akan hadirnya si Hagupit, kabar gembira dari Manila datang. Yak! Rupanya penerbangan dari bandara Kalibo tidak ada yang dibatalkan, karena pesawat dari dan yang ke sana semuanya pesawat besar. Untungnya Cebu Pacific menawarkan free charge untuk ganti jadwal atau pindah bandara. Sigh. Senang. Tapi tetep sedih karena resepsionis hotel telfon kalau kapal yang nyebrang dari Boracay ke Katiklan terakhir jam 12! Gilaakk. Saat telfon itu sudah jam 10, saya belum mandi, suami belum mandi, koper belum beres. Dan 10.30 saya sudah disuruh ready. Huhuhu.

Berlalu lah itu tragedi kapal penyebrangan  yang diisi oleh orang-orang yang panik dan memutuskan untuk segera pulang. Ada yang penerbangannya masih keesokan harinya, tapi karena khawatir gak ada kapal untuk nyebrang, maka dia memutuskan untuk ke Bandara Kalibo hari itu. Perjalanan Caticlan – Kalibo memakan waktu 2 jam melalui darat. Jangan dibayangkan perjalanan yang lurus saja, karena perjalanan darat ini adalah perjalanan mendaki gunung lewati lembah. Mual dan pusing adalah hal pertama yang saya rasakan begitu tiba di Bandara Internasional Kalibo, yang ternyata lebih kecil daripada Bandara Adi Sucipto. Saya tengok kanan, tengok kiri, semuanya adalah pub dan restoran non-halal. Sedih menahan lapar karena dari siang cuma makan kentang goreng McDo, saya pun memutuskan beli manisan mangga dan beli beberapa cemilan ringan. 5 Jam lagi menuju jadwal terbang saya…

Malam itu, saya selamat kembali ke Manila disambut Papa dan Mama mertua yang khawatir. Overall perjalan saya ke Boracay adalah sebuah perjalanan yang sudah saya impikan sejak tahun 2009. Boracay adalah sebuah tempat untuk bersenang-senang dan bersantai. Tempat dimana semua orang melepaskan penat dan lelah. Tempat dimana sejauh mata memandang adalah laut yang biru dan bersih, beserta pasir putih yang menghampar. Boracay, semoga bisa kembali kesana suatu hari nanti… 🙂

0300095a
Cebu Pacific Air dari Manila menuju Caticlan
0300096c
Boracay, Filipina
030009aa
Salah satu makanan Halal yang bisa ditemukan di Boracay
03000986
Lupa nama ikan ini, tapi kulitnya itu tajam, Snorkeling Guide saya tangannya tergores parah karena kulit ikan ini
03000987
Menuju spot snorkeling. Mendung menggantung.
03000993
Area 1, White Beach Boracay
03000997
Bagus ya? Katanya untuk membangun ini butuh izin loh dari pengelola setempat.
03000b62
Jalan-jalan sore di pinggir pantai yang mendung
03000975
Sebelum Badai. Boracay, Filipina.
03000962
Mangga di Filipina cenderung manis. 3 buah = 100 Peso = 25ribu Rupiah
03000961
Ibu-ibu penjual mangga sepanjang pesisir White Beach
0300099e
Menikah di pinggir White Beach. Boracay, Filipina.
0300098c
Snorkeling dan pegangan yang kuat karena ombak tinggi.
0300099c
Salah satu spot terkenal di Boracay. sayangnya saya lupa namanya :p

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Boracay: Birunya Laut dan Putihnya Pasir

    1. Bagus mbak non… tapi pas kemarin aku kesana memang lagi low season dan terkenal dengan musim badai. berani banget yaa kesana pas musim badai? hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s