Bergantung pada Teknologi

dunia-teknologi-informasi-UKM

Di penghujung minggu lalu, saya senewen banget sama beberapa hal yang berbau teknologi. Meskipun rada gaptek, saya bergantung pada banyak teknologi dalam kehidupan saya. Herannya, begitu ada masalah sama mereka, saya yang senewen…

Virus oh Virus

Jumat pagi itu, saya shock menemukan komputer saya di kantor terkena virus. Dan ngerinya, virus ini mengunci seluruh dokumen baik di Local Disc C dan Local Disc D. Nama virus ini adalah Cryptowall 3.0, sedihnya antivirus di komputer saya mampu membaca jenis virus ini, tapi tidak mampu untuk menghapusnya. Setelah seharian scanning komputer, install ini-itu, pake metode A-B-C, akhirnya jam 3 sore itu Pak Bos menyarankan untuk menukar harddisk sementara, jadi harddisk saya yang terkena virus itu nantinya akan dibetulin dulu sama Technical Support kantor. Tentunya ini mengakibatkan saya seharian cuma luntang-lantung, bengong sana-sini, baca email lewat hape, gak bisa ngerjain kerjaan yang hari itu lagi pengen banget saya kerjain. Mirisnya, semua data company profile dan portfolio kantor yang sudah saya kerjakan selama berbulan-bulan, ada d komputer itu! Kalau saja data di harddisk yang terkena virus itu gak bisa balik, alamat saya bakalan SKS (sistem kebut seminggu) demi ngerjain dua hal itu… Hiks.

Gadget (yang katanya) Anti Air

Beberapa waktu lalu saya beli gadget anti air. Alasan utamanya itu selain karena pengen foto-foto di dalam air, saya ini juga punya kebiasaan menumpahkan atau menjatuhkan apa yang saya pegang (kata suami saya, tangan saya ‘kiting’). Jadilah itu Smartphone dengan judul waterproof, dust resistant, etc, saya beli dengan bahagianya. Baru dua bulan ini saya menggunakan si merah, sabtu lalu saya pergi ke Waterbom dengan teman-teman kantor, rencananya pengen foto-foto dulu sebelum menggila dengan sliders, tapi baru satu foto, touchscreen smartphone saya tidak bisa digunakan. Otak atik sana sini, akhirnya saya nyerah dan menyimpan si merah di locker. Saya berharap mungkin layarnya kaget kena air, meskipun sebelumnya sudah beberapa kali dicoba dicuci dengan air keran, dimasukin ke aquarium, dimasukin ke segelas air putih, dan disemprot air kangen (halah). Ternyata harapan saya sirna, karena sampai selesai berenang, si merah belum sembuh juga. Herannya ya, cuma layarnya yang gak bekerja saat disentuh, tombol-tombol disampingnya baik-baik aja tuh. Saya curiga jangan-jangan LCDnya. Panik dan sedih, saya pulang dengan gontai. Teringat ada ratusan (atau sudah ribuan ya?) foto di dalam si merah, dokumen kantor, nomer-nomer teman dan keluarga. Malamnya, atas rekomendasi teman saya, saya pun merendam si merah ke dalam sebaskom beras. Besok paginya, minggu, saya ambil si merah dari sebaskom beras daaaaaaannnn tetap gak bekerja. Hiks. Akhirnya saya memutuskan untuk membawa si merah ke service centernya di Roxy, yang ternyata sudah tutup ketika saya datang. Tapi yaaa, pas si merah saya ambil dan saya coba nyalakan…………………. NYALA dan BEKERJA dengan baik dooonnnkkk ituuuu… YAAMPUN. (senang)

 

Dan sampai saat ini, harddisk saya yang kena virus belum kelar… Jadi masih luntang lantung di kantor, benerin kerjaan sebelumnya yang ada di google drive atau di email… hiks hiks. Semoga data-dataku kembali… (kemudian saya menyadari kalo data-data ini butuh di backup, baik di cloud macam google drive atau di dropbox, maupun di HDD external atau flashdisk)

 

Cheers,
nina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s