Penipu yang gak pinter-pinter

Saya inget banget sekitar tahun 2012-an, saya dengerin Rekaman Suara orang yang ngisengin Penipu di Youtube. Saya ngakak-ngakak di kelas dulu sama temen-temen (maklum, stress penelitian saat itu).

Seminggu yang lalu, giliran saya yang ngisengin penipu. Saya sampe sekarang nulis ini aja masih ketawa-ketawa kalo inget. Jadi hari itu saya lagi males banget angkat telfon dari nomer yang saya gak kenal. Takut ditawarin kartu kredit, asuransi, atau nyicil panci. Tapi nomer satu ini terus-terusan nelfon saya, membuat dedek gemesh yang suka duduk-duduk deket saya bilang “mbak, angkat aja telfonnya siapa tau penting”, eh iya juga ya… Saya jawablah panggilan telfon itu…

Saya: Halo
Mas2 di seberang sana: Assalamualaikum, selamat sore ibu… Saya xwyxwy (duh saya lupa namanya) dari Telkomsel…
Saya: Walaikumsalam, oh iya mas, ada apa ya? (mikir: saya belum komplen ke telkomsel padahal akhir2 ini)
Mas2 yang ngakunya dari telkomsel: Ibu, kami dari Telkomsel ingin memberitahukan kepada Ibu bahwa ibu memenangkan hadiah undian dari Telkomsel sebesar SEPULUH JUTA RUPIAH…
Saya: oh gitu mas? (dalam hati langsung: AKU BUTUH HIBURAN MASSS~)

Mulai dari situlah, saya tau kalo ini akan berujung pada saya disuruh ke ATM dan melakukan sesuatu yang membuat saldo saya kesedot. Padahal saldonya juga ga seberapa. Saya pun langsung pencet loud speaker di layar hape, temen-temen saya sekantor langsung nengok, tau kalo saya mau jahil, merekapun senyum2 mendekat ke meja saya.

Saya langsung pura-pura jadi gadis desa yang mau ditipu daya. Mas-masnya nanya saya punya kartu ATM bank apa, saya jawab Mandiri. Dia tanya berapa lama saya ke ATM, saya jawab 5 menit, dia bilang: BAGUS! Disuruh jalan ke ATM saat itu juga, maka saya pun keluar kantor, sampe kedengeran suara motor berseliweran, terus karena ATM itu biasanya kedap suara, saya balik lagi masuk ke kantor. Duduk di ruang tamu kantor, dan dimulailah percakapan inti.

Metode penipuan sekarang bukan menyuruh untuk transfer sejumlah uang sebagai “Pajak”, tapi dengan metode yang orang awam yang pake ATM hanya untuk ambil uang cash atau transfer tidak begitu mengenalnya. Jadi penipu bilang, kalo dia akan memberikan beberapa digit angka supaya kita bisa dapet 10juta itu, nah beberapa digit angka itu adalah angka yang akan kita “transfer” ke rekening mereka sebenernya. Di kasus saya kemarin, penipu menyuruh saya masuk ke “Uang Elektronik” atau e-money, kemudian menyuruh saya menekan nomor telepon, dan kemudian menyebutkan “KODE” itu. Kodenya juga bukan dengan angka bulat, misal mereka mau nipu 5juta, maka dia bilang 5.000.000, tapi mereka akan bilang 4.987.987, which is yaaaa 5 juta jugaaakkk…

Ini dia nomer Penipunya

Setelah saya gak kuat nahan ketawa, percakapan 20 menit itu saya akhir dengan kalimat “Mas, maaf ya, saya udah tau mas-nya mau nipu dari tadi…” terus tau-tau telfonnya mati. Hahahaha. Beberapa detik kemudian telfon lagi, diangkat temen saya, dan mereka malah marah-marah ngatain kita dengan kata-kata ragunan. Ihk.

Setelah kejadian ini, beberapa teman saya yang punya nomer kantor pun mengaku kalo ditelfon dengan bilang “Mas, anaknya jatuh disekolah”, padahal beberapa diantara teman saya ini, anaknya aja belom sekolah. Hahahaha. Penipu ini selalu menggunakan metode yang sama sebenernya, udah beberapa tahun loh. Apa yang saya alami bahkan sama persis seperti apa yang saya dengar di Youtube hampir 4 tahun yang lalu. Gila kan???

Semoga kita bisa berhati-hati ya dengan penipu-penipu ini… Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s