Virtual Reality: The Future is Near

Berawal dari pekerjaan, saya mengenal Virtual Reality satu tahun yang lalu. Meminjam tagline yang saya bikin untuk produk kantor saya, The Future is Near, Virtual Reality saat ini mulai berkembang dengan baik, bahkan kearah yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Apa sih Virtual Reality? Secara singkat, Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang memungkinkan seseorang melakukan suatu simulasi terhadap suatu objek nyata dengan menggunakan komputer yang mampu membangkitkan suasana 3 dimensi, sehingga pengguna seolah-olah terlibat secara fisik. Jadi dengan Virtual Reality ini secara gak langsung kita bisa merasakan banyak hal. Misalnya terjun payung atau naik roller coaster atau bahkan masuk ke dalam rumah hantu. Hiii.

Saat ini sudah banyak perusahaan technology yang mengembangkan dan menjual device Virtual Reality. Samsung dan GearVR-nya misalnya mengeluarkan paket bundling Galaxy S7 plus GearVR yang katanya langsung ludes di awal buka Pre-Order. Selain Samsung, juga ada HTC dan LG yang siap bersaing dengan VR devices mereka masing-masing.

Kenapa saya bilang “The Future is Near”? Karena sebelumnya saya tidak pernah membayangkan kalo saya bisa berjalan-jalan dalam sebuah apartemen yang bahkan, gedungnya sendiri belum di bangun. Atau sebelumnya saya gak pernah ngebayangin bisa jalan-jalan keliling Jakarta dalam waktu singkat, tapi tetap meninggalkan kesan tersendiri buat saya. Yups, semuanya itu bisa terjadi dengan Virtual Reality. Dibayangan saya, satu atau dua tahun ke depan ya, saya bisa lari pagi di Central Park di Manhattan sana, tapi sebenernya saya ada di rumah! Ihk, pasti saya betah tiap pagi lari-lari di treadmill.

DSC_0642
Virtual Reality
20151007014006
Virtual Reality

Selain pengalaman-pengalaman tersebut, tentunya kegiatan pemasaran menggunakan Virtual Reality ini juga semakin berkembang kan? Misalnya tadi, perusahaan property mulai bergeser dari maket secara fisik menuju maket secara virtual, sehingga memberikan experience tersendiri untuk calon pembelinya ketika ‘melihat-lihat’ isi rumahnya. Atau bayangkan misalnya IKEA nanti menggunakan Virtual Reality untuk belanja, jadi gak perlu keliling IKEA yang gwedeee itu, tinggal di tatap lama-lama kursi cantiknya, tau-tau udah masuk keranjang belanja (tentunya secara virtual), bayar, dateng deh kurisnya! Kegiatan-kegiatan pemasaran yang bisa dilakukan dengan Virtual Reality tentunya bukan hanya sebatas untuk meningkatkan Brand Awareness, tapi juga bisa meningkatkan ikatan calon pembeli dengan brand atau produknya. Kenapa? Karena tentunya calon pembeli lebih merasa puas bisa jalan-jalan di dalam calon apartemennya (meskipun secara virtual) dibanding hanya memandang maket fisik semata (semoga bisa segera membuktikan hypothesis saya ini ya…)

DSC_0648
Virtual Reality
DSC_0288
Virtual Reality

Jadi kalo awalnya Virtual Reality ini kebanyakan digunakan untuk main game, kedepannya saya yakin deh Virtual Reality ini bisa digunakan untuk apa saja. Mungkin ya bisa jadi latihan perang, latihan pidato, latihan nyanyi biar gak demam panggung, liat-liat rumah, atau jalan-jalan ke Bulan tapi sambil tidur-tiduran di rumah.

Penasaran seberapa realnya Virtual Reality? Cekidot Videonya ya 🙂

 

Advertisements

3 thoughts on “Virtual Reality: The Future is Near

    1. Emang skarang lbh banyak dipake buat main game, mbak. Mungkin nantinya bisa dipake utk bikin film 360 kehidupan satwa di hutan rimba. Hihihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s