Throwback: Haji 2014 (part 2)

Selama di kota Mekkah dan menunggu pergi ke Arafah, saya kebanyakan menghabiskan waktu ke mesjid dan hunting makanan. Kenapa hunting makanan? Karena di tahun 2014 itu, DKI Jakarta tidak mendapatkan jatah makan seperti tahun-tahun sebelumnya, jadi buat Jamaah DKI Jakarta saat itu adalah sebuah perjuangan. Ada yang memilih masak di penginapan, meskipun resikonya adalah alarm kebakaran penginapan bunyi, dan orang arab yang punya penginapan marah-marah. Yayasan yang saya ikuti pun memilih untuk ikut catering. TAPI… meskipun makanan Indonesia, tetep aja gak sesuai sama lidah kita. Keseringan kita pun makannya udah telat banget, jadi lebih sering makannya jajan di luar. Hiks. (baca cerita jajan di Arab)

Selain ibadah, Yayasan juga bikin beberapa kegiatan kaya ziarah ke beberapa tempat. Ke Jabal Nur, ke Jabal Rahmah, bahkan ke Jeddah. Ada cerita lucu waktu saya ke Jeddah, jadi rombongan saya itu kan kebanyakan udah nenek-nenek dan kakek-kakek, tapi karena jalan-jalan ke Jeddah jadi seneng banget, dan kita baru pulang jam setengah 2 malem. Ckckck.

Setelah kurang lebih 9 hari ‘berkeliaran’ di kota Mekkah, akhirnya puncak haji pun tiba. Saya dan rombongan berangkat ke Mina sehari sebelum ke Arafah. Menginap di Mina saat jemaah haji yang lain belum datang itu adalah sebuah kenikmatan. Permasalahannya cuma makanan aja sih, karena kebanyakan makanan disana itu mengandung….. Kambing. Saya gak bisa banget deh ketemu daging kambing. Jadi hari pertama itu saya cuma makan pop mie aja sama buah-buahan. Oiya, ada yang jual pop mie disana. Hihihi.

Kejadian yang sampai saat ini masih saya ingat saat di Mina dan Arafah adalah saat kita berangkat lempar jumroh yang kedua. Waktu itu ketua maktab (penginapan) rombongan kami bilang bahwa saat itu kami gak bisa berangkat lempar jumroh karena orang Arab, Mesir, Turki, dan Eropa lainnya sedang berangkat semua lempar jumroh. Dan karena orang Indo itu kan kecil-kecil yaaa, jadilah kita dilarang. Si ibu pembimbing ini bener-bener Masya Allah-lah, karena si ketua maktab bilang “yaudah bu silahkan cari jalan keluar sendiri”, eh si ibu nanya “ada jalan keluar lainnya gak?” maksudnya bener-bener jalan keluar, jalan keluar dari maktab menuju tempat lempar jumroh. Hahaha. Dan saat udah keluar semua, sebenernya saya rada takut karena……. Eh beneran lohhh itu orang gede-gede semuaaaa….. 😦 😦 😦

Sepulang dari Mina dan Arafah itu, saya dan rombongan yayasan kembali melanjutkan aktifitas penginapan – mesjid – penginapan – mesjid. Saya dan kakak saya lebih sering penginapan – mesjid – tempat makan – mesjid – tempat makan – mesjid – penginapan. Pokoknya udah persis orang Arab beneran lah kami…

Dan…
Sesaat sebelum berangkat ke kota Madinah, baru sadar kalo koper kok udah penuuuhhhh… padahal pas berangkat kosooonngg. Tidaaakkkk….

 

(bersambung)

 

IMG_20140924_125419
Bersama Ibu, Kakak, dan dua Ibu baru di depan Masjidil Haram
IMG_20140928_082413
Jabal Rahmah
IMG_20141003_081458
Bertemu Tante di Arafah
IMG_20141015_132707
Di depan Bukit Safa
IMG_20141021_031830
Pilar Hijau, Perjalanan antara Marwah ke Safa
IMG_20141021_045635
Sepulang dari Mesjid, Masjidil Haram
WP_20140923_009
Di atas Bukit Marwah
WP_20140928_005
Jabal Nur
WP_20141002_008
Maktab di Mina
WP_20141003_003
Bermalam di Musdalifah
WP_20141006_001
Perjalanan menuju Jamarat
WP_20141004_001
Jamarat, tempat lempar jumroh
WP_20141006_002
Menuju Jamarat
WP_20141007_004
Menuju Jamarat
WP_20141007_008
Maktab di Mina
WP_20141007_009
Maktab di Mina
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s