Drama Korea Junkie

Perkenalan saya dengan drama korea sebenernya sudah dimulai sejak awal tahun 2000an, ketika Autumn in My Heart (2000) yang diperankan oleh Song Hye Kyo tayang di stasiun TV Indonesia. Song Hye Kyo pula-lah yang kemudian mengantarkan saya untuk menonton Full House (2004) yang juga diperankan oleh SHK berpasangan dengan singer turns actor Rain, yang kemudian mengganggu jadwal belajar saya menjelang Ujian Nasional (ALASAN!!).

Tapi……. Kegilaan saya nonton drama korea dimulai di tahun 2008, ketika terpisah oleh orang tua karena harus merantau ke Cikarang dan tinggal di Asrama. Bertemu dengan beberapa orang yang juga suka nonton drama korea, maka dimulailah perjalanan saya nonton drama korea sampai saat ini. Kesukaan saya nonton drama korea sempat terkalahkan dengan sinetronnya Asmirandah di tahun 2009-an. Ini dikarenakan pasokan DVD atau file drama korea tiba-tiba terhenti dikarenakan berbagai hal.

Delapan tahun kemudian, tahun 2016, saya masih suka nonton drama korea. Setiap hari saya punya jadwal nonton drama korea dengan judul berbeda. Senin-selasa untuk jadwal A, Rabu-Kamis untuk jadwal B, dan seterusnya. Awalnya suami saya sempat protes, tentunya karena dia mikirnya saya jadi tidur larut, tapi nyatanya tanpa nonton drama korea pun waktu tidur saya selalu dimulai di jam 12 malam atau jam 1 dini hari. Dan pastinya, tanpa nonton drama korea, saya jadi resek dan malah gangguin suami saya yang ntah lagi ngerjain sesuatu atau sekedar main game. Jadilah dia berkesimpulan bahwa drama korea adalah obat lelah saya, obat yang bisa membawa saya pulang lebih awal karena pengen streaming… Hahahaha.

Udah setahun ini saya lebih gila lagi nonton drama korea, soalnya ada salah satu anak di kantor yang punya interest yang sama. Jadi kalo istirahat gitu, kita suka ngobrol berdua, heart to heart (sumpah ini lebay banget) tentang belantika drama korea yang sedang kami tonton. Gak penting ya? Tapi kegiatan ini jadi kegiatan yang menyenangkan buat kami (tapi tetaplah kegiatan ngecek mbanking atau ebanking di akhir bulan jadi kegiatan favorit kita).

Apa sih yang saya suka dari drama korea?

  1. Jalan Ceritanya. Kebanyakan memang drama korea itu nyeritain antara si kaya dan si miskin, si baik hati dan si jahat, perebutan tahta wanita dan harta, persaingan, dll. Tentunya  sinetron Indonesia juga punya jalan cerita yang sama, tapi ntah kenapa jalan cerita drama korea selalu terasa lebih real, terasa lebih dekat dengan kehidupan.
  2. Actingnya. Adegan marah-marah di drama korea tentunya berbeda dengan adegan sinetron Indonesia, ga ada melotot-melototnya ditambah adegan muka merot-merot dengan tambahan suara yang ceritanya ngomong dalam hati. Pun gak semua acting para actors Korea sesempurna yang kita inginkan, tapi balik lagi semuanya terasa lebih real, membawa kita lebih mendalami jalan ceritanya.
  3. Gak berkepanjangan. Sinetron Indonesia, si pak haji jadi tukang bubur udah punya lebih dari 2000 episode. Sementara drama korea memiliki episode yang lebih pendek secara total. Kebanyakan 16 episode – 20 episode, tapi ada beberapa juga drama korea yang punya 100 episode. Kelebihannya lagi, dari awal mereka biasanya sudah state bahwa drama ini akan punya 16, 20, 50, atau 100 episode. Penambahan episode atau jalan cerita biasanya hanya terjadi pada mini drama yang punya 16 atau 20 episode. Jadi tiap 2 atau 3 bulan sekali, selalu muncul drama baru, dengan jalan cerita baru dan artis baru juga… kkk.
  4. Audio Visual. Nah ini salah satu yang bikin saya selalu jatuh cinta. Drama historical selalu punya visual yang menarik. Drama yang muncul di musim semi selalu punya visual yang menarik. Secara audio, mereka juga niat banget menyisipkan beberapa OST yang OK punya. Untuk drama yang jalan ceritanya throwback ke belakang pun mereka detil banget dalam memperlihat props-nya.
  5. Selalu menyelipkan pesan moral. Ada beberapa drama yang punya pesan-pesan moral yang kena banget. Contohnya drama yang sampe sekarang masih menghangatkan hati saya, Reply 1988. Dalam sebuah episode, drama ini menceritakan hubungan bapak dan anak yang awkward banget, anaknya selalu ngerasa gak diperhatikan (middle child syndrome gitu ceritanya), ternyata pas anaknya ulang tahun, bapaknya ini diam-diam ngajak anaknya merayakan ultah si anak berduaan aja. Nangkep kan pesan moralnya? Hehehe.

Saya baru nemu 5 alasan di atas, alasan yang kuat banget untuk saya terus-terusan nongkrongin drama korea secara online. Tentunya selain karena actor pemeran utamanya ganteng ya. Kalo kamu, punya gak satu acara/tontonan yang gak bisa kamu tinggalin karena kamu punya alasan kuat untuk terus kembali?

(beberapa meme lucu tentang kdrama junkie)

source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
source: dramafever
Advertisements

6 thoughts on “Drama Korea Junkie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s