How to Stay Productive and… Focus

Akhir-akhir ini saya ngerasa susah banget untuk produktif. Nulis blog aja kadang seminggu sekali, kadang seminggu dua kali. Kerjaan juga gitu, kalo mood bagus bisa 2-3 jam udah selesai, mood ga bagus 2 hari baru selesai. Hahaha. Sampe akhirnya saya googling donk, how to  stay productive. Saya rasa saya udah desperate banget sama ketidak produktifan saya akhir-akhir ini. Hihihi.

Saya sadur dari artikel: 10 Ways to Stay Focused and Productive

1. Get Off the Internet a.k.a Jauh-jauh dari Internet

Di jaman yang apa-apa Internet ini, kayanya susah ya untuk jauh-jauh dari internet, tapi kok ya saya juga merasa internet ini gangguan terbesar untuk productive. Meskipun udah di minimize layar browsernya, tetep aja balik kesitu. Belum lagi tau-tau “ting-ting” bunyi whatsapp, skype, line, dan semacamnya itu… Atau meskipun kita menganggap internet itu jadi tempat break sesaat kita dari kerjaan, tetep aja sesaatnya itu bisa sejam-dua jam. Haduh. Nah untuk menghindari diri ini dari godaan internet yang jahanam, mungkin kita bisa install internet blocking software di laptop, salah satunya adalah Freedom, dimana kita bisa set komputer/laptop kita supaya gak login ke internet dalam waktu tertentu, jadi kita bisa tetep fokus… (Saya belum install, karena ntar dimarahin pak bos kalo ga baca email kan ya… *halasaaannn*)

2. Quit tapping on that phone a.k.a SIMPEN HP-nya!

“Your phone is like the feeder bar for your brain. Hit a button, get a jolt of dopamine.” Ini bener-bener bikin ketagihan sih. Niatnya cuma mau tap handphone liat jam berapa (padahal di pojok kanan bawah laptop ada jam), tau-tau buka Instagram, bales chat whatsapp, ga sadar tau-tau udah 30 menit berlalu. Hahaha. Kadang kalo udah desperate pengen productive, HP saya simpen di tas atau di laci, sekitar 2 atau 3 jam aja ternyata cukup membantu. Meskipun kadang harus dibalas dengan gak angkat telpon atau gak fast response, but it helps…… Terus udah gak main HP lagi? Masih lah… IG ini lebih jahanam dari apapun, apalagi kalo liat gambar pantai #halasan

3. Make a list and go through it methodically

Saya inget 5 tahun yang lalu, waktu mulai kerja, supervisor saya itu seneng banget tiap pagi bikin list apa aja yang harus dia kerjain hari itu, siapa aja yang harus dia follow up, etc. Saya ketularan waktu itu, setiap pagi saya selalu bikin list hari ini ngapain aja, setiap sore bikin list lagi besok apa aja yang harus di follow up. Sekarang? List nya lebih sering ada di kepala. Jadi satu hal selesai dilakukan, saya udah nyantai-nyantai. Padahal menurut artikel, lebih baik kita bikin list, dan baru santai-santai pas semua yang dalam list itu sudah dilakukan. Lah, terus saya santai-santainya besok donk??? #halasan

4. Turn on some music—without words

“Music helps productivity. This has been documented many, many times.” Masalahnya, orang suka salah kaprah, yaitu dengan mendengarkan musik yang ada liriknya. Bukannya membantu produktivitas, malah kita jadi nyanyi-nyanyi dan bengong inget lagu yang lagi didengerin menceritakan kisah kita sama mantan #pret. Saya sih beberapa waktu ini kalo lagi mau konsen dengerin musiknya Depapepe. Yah meskipun kadang saya jadi ikutan humming, tapi lumayan membantu untuk fokus loh… Heuheuheu.

5. Make someone (or something) your personal productivity trainer

Katanya sih kita harus punya seseorang untuk mengingatkan kita tentang goals yang kita set, dan seseorang yang bisa push us harder. Maksudnya bisa mendorong kita untuk bekerja lebih giat lagi. Kaya misalnya kita bikin janji sama dia, kalo kita bakalan selesai ngerjain A-B-C dalam waktu sekian jam, jadi ketika kita gabisa nyelesain itu, kita jadi lebih termotivasi. Siapa kah orangnya? Pak bos dan gajiku di akhir bulan

6. Set a deadline and do not break it

Henry Rollins said, “Don’t think about it, don’t talk about it, do it.” So kalo kita gak punya deadline tertentu, kita sendiri yang set itu. Misal saya lagi ngerjain projek yang deadlinenya cuma dibilang minggu depan, dan minggu depan itu ada 7 hari ya… Bisa senin, bisa selasa, bahkan bisa jumat atau sabtu, maka dari itu saya set deadline bahwa jumat minggu ini harus udah selesai dan di review sama pak bos, biar weekend saya bisa leha-leha di rumah. Heu heu.

7. Pomodoro isn’t just Italian for “tomato.”

Pomodoro itu adalah sebuah teknik yang dikembangkan di tahun 80an, yaitu sebuah alat time-management yang istilahnya ‘memaksa’ kita untuk memetakan apa yang harus diselesaikan. Misalnya 25 menit untuk terus fokus/mengerjakan sesuatu, terus kita akan istirahat selama 3-4 menit. Setelah 3 atau 4 Pomodoro, kita bisa dapet reward break selama 10 menit misalnya. Akhirnya nanti bakalan tercipta sebuah workflow. Hmm, semacam perlu dicoba ya… 😀 (OOT, saya pas awal bacanya Podomoro loh… dikira mau bangun gedung kali yaaa)

8. Be like Seinfeld and “Don’t break the chain.”

A technique popularized by workaholic Jerry Seinfeld, “don’t break the chain”, maksudnya sih supaya jangan pernah melewatkan seharipun, bahkan sedetikpun tanpa menyelesaikan sesuatu. Caranya? Di kalender kita, setiap kali kita menyelesaikan sesuatu yang harus kita selesaikan hari itu, kita beri tanda “X” dengan tinta merah, terus diikuti dengan “X” pada hari berikutnya setiap kita selesai. Jadi maksudnya jangan sampai ada satu hari aja yang gak dicoret *halah*

9. Have an office, of any kind

Ini kan permasalahan orang yang freelance lah ya, gimana kalo kita yang punya kantor? Hmm… Kalo yang saya tangkep adalah kita harus bikin space sendiri atau ruang sendiri untuk memisahkan antara urusan pekerjaan dengan urusan personal. Semacam kalo udah di kantor ya berarti semua akan berhubungan dengan pekerjaan, jangan sampai masalah jajan bareng di situs belanja make up dari Korea itu mengganggu waktu kerja kita (ketauan kaaannn…).

10. The journey is long, so slow down

Slow down… Katanya sih halangan terbesar dari produktifitas itu sebenernya adalah harapan kita yang tidak realistis. Jadi jangan terlalu memaksakan diri kita, sampe-sampe bikin kepala keram gitu. Even if tasks seem tiny, remember to just work on one at a time.

 

Sudahkah saya produktif hari ini? Belum banget sih… Tapi saya akan mencoba. Hehe. Gimana dengan kamu?

Advertisements

2 thoughts on “How to Stay Productive and… Focus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s