Bertemu Banyak Orang

Dari semenjak awal kerja di kantor saya yang sekarang, saya udah gak bisa menghitung berapa ratus orang yang saya temui. Dari mulai vendor, calon klien, klien, rekanan, orang yang datang ke booth pameran, orang pemerintahan kota/daerah, sampe abang-abang gojek/grab/uber yang sudah menemani perjalanan saya #tsaelah.

Bertemu banyak orang itu susah-susah gampang. Saya bukan tipe yang extrovert ketika ketemu orang baru, cenderung susah memulai karena saya pemalu (tapi boonk), tapi karena tuntutan pekerjaan dan kadang tuntutan ke-kepo-an semata, saya dituntut untuk bisa menginisiasi pembicaraan, dan topik pembicaraan pun tentunya harus beragam lah. Maka tuntutan selanjutnya adalah saya harus rajin baca-baca berita, harus update sama gosip-gosip masa kini, atau berita-berita hangat di masyarakat yang gak ada di TV/koran.

Yang saya suka dari bertemu banyak orang ini adalah…………………… saya dapet ilmu baru! Kaya waktu saya ketemu staff khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, saya jadi tahu tentang banyak kasus kekerasan yang masuk, bahkan tahu beberapa hal yang jadi concern tapi gak masuk ranah publik. Bahkan saya tau how to cancel uber request tanpa kena charge dari bapak-bapak supir uber! #sombong

Selain dapat ilmu baru, salah satu hal yang saya suka dari bertemu banyak orang adalah saya jadi lebih sensitive terhadap sifat-sifat seseorang. Hmm, bukan mau sombong sih ya, saya kaya punya kekuatan untuk bisa membaca gerak-gerik seseorang atau perubahan raut wajah seseorang ketika saya ngobrol. Nah sekarang, dari baca gerak-gerik itu, saya jadi bisa menilai orang itu gimana. Tentunya bukan mau men-judge ya, karena gak pure 100% penilaian saya selalu benar.

Kemarin saya ngobrol-ngobrol gitu sama salah seorang kolega, dia tanya kenapa nama panjang saya unik banget (FYI, Nina itu nama panggilan saya, Hablina itu nama panjang saya). Saya cerita kalo Hablina itu diambil dari kata Habluminannas, yang artinya hubungan antar sesama manusia. Eh si kolega ini langsung bilang “pas ya mbak namanya, mbaknya sekarang kerjaannya ketemu banyak orang, jadi penyambung lidah banyak orang, namanya berkah tuh mbak…”. Saya langsung bengong. Apakah maksud ibu/bapak saya memberikan nama ini dengan maksud seperti itu? Kalo nggak pun, saya bersyukur punya nama yang sesuai sama kerjaan saya sekarang: ketemu banyak orang! šŸ˜€

Advertisements

4 thoughts on “Bertemu Banyak Orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s