Masitge Deuseyo!

Dalam percakapan sehari-hari di Korea Selatan, sebelum makan biasanya kita akan mengucapkan “masitge deuseyo” yang artinya “selamat menikmati”, atau bisa juga kita mengucapkan ” jal meokgessseumnida” yang artinya “terima kasih” atau “saya akan makan dengan nikmat” dan digunakan saat sebelum makan. Jika diucapkan setelah makan, maka ucapannya adalah “jalmeogeossseumnida” kurang lebih artinya sama.

Saya terkesima dengan bagaimana Ahjumma (bibi) di restoran yang saya kunjungi pertama kali sangat cepat mencatat menu yang kami inginkan. Hanya dengan bahasa tubuh, tunjuk ini tunjuk itu, dia mengangguk dan mencatat. Lima menit kemudian makanan saya tersaji. Maka, dengan itulah saya memulai petualangan makan saya di Negeri Gingseng.

Salah satu tujuan kedatangan saya sebagai pecinta KDrama tentunya adalah mencicipi kuliner Korea. Gimana nggak? Setiap nonton drama, saya selalu disuguhi pemandangan orang-orang makan dengan nikmat. Saya jadi sering berpikir, ini beneran nikmat gak sih? Hahaha. Dan inilah catatan saya akan beberapa makanan Korea.

Eh kok cuma beberapa? Kenapa? Ya, tentunya karena saya terbatas dengan status Halal sebuah makanan disana. Hehehe. Alhamdulillah, saat saya datang kesana, sedang ada “Halal Restaurants Week”, dimana saya mendapatkan sebuah buku panduan mengenai beberapa resto halal di sekitar Seoul beserta kupon diskon. Tau aja kita anaknya modis, modal diskon…

Nah setelah mencoba beberapa makanan, apa pendapat saya? Baiklah, harus saya akui, makanan yang paling sesuai sama lidah cuma Jajangmyeon, semangkuk mie dengan bumbu pasta kedelai hitam. Selain itu, saya suka dengan Samgyetang, karena rasanya mengingatkan saya akan soup ayam buatan ibu saya. Duileeee. Beberapa makanan di street vendors juga ada yang gak cocok dengan lidah, selain eomuk atau fishcake tentunya.

Terus, apa yang paling gak banget di lidah??? Jawabannya adalah…… Naengmyeon. Mie dingin yang tipis sekaliiii dan asam. Iya, rasanya asam. Tapi ini banyak banget orang Korea yang bilang enak, dan saya cuma terdiam… >.< Sampai Ahjumma di resto tempat saya makan tanya, kenapa saya gak habis padahal itu enak banget. Saya akhirnya bilang kalau perut saya langsung sakit sekali setelah makan setengah porsi. Ini bukan alasan sih sebenernya, emang beneran. Karena saya makan Naengmyeon ini udah malam, setelah hampir 10 jam gak keisi apa-apa, sekalinya perut keisi langsung yang asam. Hiks.

Soal harga, jangan kaget ya kalo saya bilang rata-rata saya menghabiskan 9,000 KRW per makan, ini lebih karena saya lebih sering makan di resto dengan logo halal atau muslim friendly. Hmmm, kalo makan di pinggir jalan, atau di resto lain tanpa memperhatikan logo halal atau muslim friendly, bisa cuma merogoh kocek paling banyak 5,000 KRW. Jadi memang kerasa bedanya…

Untuk teman-teman yang muslim, jangan khawatir, sepertinya banyak orang Korea yang sudah aware akan status halal sebuah makanan. Ketika saya sedang liat-liat street vendors di Myeongdong, penjualnya tiba-tiba menggoyangkan tangannya, sambil bilang “dwaeji gogi” atau daging babi. Saya pun langsung tersenyum ke Ahjussi itu dan bilang terimakasih! Duh, baiknya… 🙂

Ada lagi kisah lain mengenai “dwaeji gogi”. Jadi setiap pagi, saya pasti mampir ke minimart depan hostel untuk membeli susu pisang dan Samgak Gimbap atau Triangle Gimbap. Nah, setiap pagi pula seorang perempuan muda yang saya rasa lebih tua dari saya selalu menyambut saya dengan manis. Dan dia pula yang selalu membaca kandungan di samgak gimbap yang saya beli. Jika ada “dwaeji gogi”, dia langsung taruh lagi ke tempatnya dan mengambil yang versi seafood, sambil bilang “anniyo, anniyo….. blablablabla”, yang saya artikan “jangan jangan, mendingan yang ini aja”. Iya, hubungan kami lebih ke dia mengira saya bisa bahasa korea, sementara saya hanya mengerti bahasa korea setengah-setengah dan selebihnya adalah kesotoyan semata.

Dari tulisan saya di atas, berikut ini saya tulis tips dari saya yaaaa 😉

  1. Untuk muslim, setelah sampai di Airport, sebaiknya cari buku panduan restoran halal. Menurut beberapa teman buku ini tersedia di bagian Tourist Information.
  2. Untuk muslim, jika sudah ngiler banget liat makanan di street vendors, jika ragu kandungan makanannya, ada baiknya bertanya “dwaeji gogi anniyo?” sambil menyilangkan tangan. Kurang  lebih artinya “bukan daging babi?”
  3. Untuk yang makannya sedikit, percayalah menu makanan di Korea itu banyaaakkk banget. Jadi baiknya, cobain satu porsi berdua dulu, kalau kurang baru nambah yaaa… Hehehe.
  4. Untuk pencinta street vendors, silahkan datang ke Namdaemun market atau Noryangjin Food Street, karena harganya lebih murah dari Myeongdong.
  5. Untuk pecinta kafe, silahkan datang ke area Garosu-gil atau Insadong.
  6. Banyak restoran di Korea yang punya jam buka khusus. Kebanyakannya kurang lebih mereka akan buka jam 11.30 siang dan tutup jam 14.00, kemudian buka kembali jam 18.00 dan last order jam 20.30.
  7. Street vendors kebanyakan mulai beraksi jam 16.00, tapi sudah akan mulai tutup jam 21.00, gak kaya di Jakarta yaaaa… Huhuhu.
  8. Kalau makan di restoran fast food, jangan lupa selesai makan langsung buang sampahnya sendiri. Semuanya self service disini 😉
  9. Gak usah pusing mikirin mau minum apa, kalo makan di restoran, minumannya cuma air putih, teh beras, soda, atau soju. Air putih the best lah… 😀
  10. Makanan di minimart Korea itu juga lumayan lohhh… Harganya juga gak mahal-mahal banget. Balik lagi, buat muslim lebih berhati-hati membaca kandungan makanannya 😀
  11. Side dish di Resto Korea itu adalah sesuatu yang biasa, jangan ragu untuk dimakan, karena itu gratis! Hehehe.

Segitu aja dulu tipsnya, sekarang saya kasih foto-fotonya yaaaa 😉

Masitge Deuseyo!
Jajangmyeon – Masitge Deuseyo!
Jigae – Masitge Deuseyo!
Tofu Jigae – Masitge Deuseyo!
Myeongdong Street Vendor – Masitge Deuseyo!
Myeongdong Street Vendor – Masitge Deuseyo!
Masitge Deuseyo!
Eomuk! – Masitge Deuseyo!
Eomuk – Masitge Deuseyo!
Fried Chicken – Masitge Deuseyo!
Chicken Bap – Masitge Deuseyo!
Masitge Deuseyo!
Namdaemun Street Vendor – Masitge Deuseyo!
Egg Bread – Masitge Deuseyo!
Coffee Truck -Masitge Deuseyo!
Shrimp Burger – Masitge Deuseyo!
Naengmyeon – Masitge Deuseyo!
Samgyetang – Masitge Deuseyo!
Jajangmyeon (gagal) – Masitge Deuseyo!
Seafood Ramyeon – Masitge Deuseyo!
Advertisements

5 thoughts on “Masitge Deuseyo!

    1. Keliatannya enak semua ya mba jo? Tapi percayalah ga semuanya seenak yg dibayangkan. Hahahaha. Dan kurasa makanan korea yg dijual di Indonesia kayanya udah disesuaikan dg lidah kita…

  1. Hallo,

    Wah nyoba dimana makan ayam samgaetyang (mohon koreksi jika salah menulis nama makanannya) hehehehe… saya datang tahun 2012, ternyata banyak menu makanan yang beragam. Menarik 😁

    Salam,
    Anna

    1. Halo mba Anna, salam kenal 😀

      Samgyetang banyak d resto tradisional Korea. Saya coba di salah satu resto muslim friendly di kawasan Myeongdong, namanya Busan Jib.

      Mungkin kalo ke korea lg bs dicoba 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s