Dating with Ibu: KL Tower

Pergi jalan-jalan dengan ibu saya itu sudah masuk dalam wish list saya sejak bertahun lalu. Karena kesibukan saya sendiri, wish list itu akhirnya baru tercapai April lalu. Perginya pun gak bisa jauh-jauh dan terlalu lama, mengingat saya dan ibu saya harus meninggalkan kakak saya yang masih sakit di rumah (tapi tenang, perginya atas izin kakak saya kok).

Jadilah saya memilih Kuala Lumpur sebagai tujuan kami. Kenapa Kuala Lumpur? Karena ini pertama kali ibu saya pergi keluar negeri sama anaknya, selain Umroh dan Haji, jadi saya pikir tempat yang familiar mungkin gak akan bikin ibu kaget-kaget banget. Makanan masih familiar, bahasa masih agak familiar (apalagi sudah terlatih nonton Upin Ipin di rumah kan), dan tentunya adalah karena ada layanan taxi online disana. Yang terakhir itu alasan anaknya aja karena males jalan.

Ibu saya bukan tipe orang yang bisa menikmati shopping till drop gitu, jadi saya pun muter otak deh gimana ini ke KL tapi gak shopping. Akhirnya pilihan pun jatuh ke…. KL Tower! Saat liat gambarnya, ibu bilang sama saya “ih itu tinggi banget, gak jatuh?”, tapi saat kita sudah di KL Towernya, ibu malah girang banget dan minta di foto terus >.<

KL Tower adalah Communication Tower yang selesai dibangun tahun 1995, dan kemudian jadi The Tallest communication tower in the world number 7, dan nomer satu di ASEAN. Kemudian, KL Tower jadi salah satu landmark kota Kuala Lumpur dan tentunya jadi salah satu tourist spot yang wajib dikunjungi kalo ke KL.

Ngapain aja di KL Tower? Kayanya kalo ke KL Tower wajib sih beli tiket untuk masuk ke Sky Observatory nya plus ke Sky Deck + Sky Box! Kalo beli tiket on the spot, terasa lebih mahal, so bisa beli di aplikasi diskonan macem Klook (get discount here!).

Karena saya merencanakan ke KL Tower di sore hari, jadilah sore itu saya dan Ibu berangkat ke KL Tower. Sedihnya di perjalanan dari hotel ke KL Tower, hujan turun dengan deras. Sampai di KL Tower kami dapat pemberitahuan kalau Sky Deck ditutup karena hujan. Setelah nunggu hampir 1 jam dan hujan belum juga berhenti, akhirnya kami memutuskan untuk datang lagi besok paginya.

Alhamdulillah! Pagi itu cuaca cerah. Agak mendung dikit sih, tapi its okay. Jadilah kami mengunjungi KL Tower tanpa gangguan cuaca. Hal nomer satu yang saya lakukan dengan ibu ya tentunya berfoto di Sky Deck. Meskipun awalnya takut-takut, tapi ternyata ibu berani juga dan enjoy banget foto-foto di atas ketinggian. Hahaha.

Setelah dari KL Tower ini, rasanya pengen ajak ibu lagi untuk mengunjungi The Tallest Tower lainnya yang ada di dunia ini. Mwihihihi.

Sky Box @ KL Tower
Sky Deck @ KL Tower
Sky Deck @ KL Tower
Sky Box @ KL Tower
Sky Box @ KL Tower
My Angel ❤
Sky Observatory @ KL Tower
Advertisements

2 thoughts on “Dating with Ibu: KL Tower

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s