20 Jam di Ho Chi Minh City

Balik lagi ke bulan September 2017 lalu, saya memiliki kesempatan untuk mampir ke Vietnam, tepatnya Ho Chi Minh City atau yang juga dikenal sebagai Saigon. Ngapain di Ho Chi Minh City? Tentunya karena transit. Hehe. Transit kali ini terbilang agak lama, kurang lebih hampir 20 jam kalo saya gak salah inget. Karena transit di atas 10 jam ini, saya dan tiga teman saya lainnya memutuskan untuk keluar dari Bandara dan pergi ke pusat kota Ho Chi Minh untuk menghabiskan waktu.

Sayangnya, saat mendarat di Tansonnhat International Airport, saya mendapati koper saya pecah di dua titik. Panik, kesel, mau nangis, semua perasaan ini bercampur jadi satu. Untungnya kantor Vietnam Airlines gak jauh dari tempat saya ambil bagasi. Saya langsung bergegas untuk komplain. Berbekal pengalaman 3.5 tahun temenan dengan orang-orang Vietnam saat S1 dulu, jadilah saya cukup memahami bahasa Inggris para petugas Vietnam Airlines ini. Alhamdulillah, setelah 1 jam komplain di kantornya, akhirnya saya dan tiga orang teman lain pun bisa keluar airport dan kemudian………………….. ini kita mau naik apa ke hotel???

Setelah 15 menit meragu, akhirnya kita tau kalo di Ho Chi Minh City sudah ada Grab dan memutuskan untuk pesen Grab Car. Gak sampe 5 menit setelah pesan, abang-abang Grab Car dengan mobil Fortuner pun sudah menjemput kita di airport dan siap mengantar kita ke hotel yang terletak di District 1.

Oiya, ini berasa di series Hunger Games gak sih pake district gitu? Dimana di Ho Chi Minh terbagi menjadi sebanyak 19 districts, dimana District 1 atau juga dikenal sebagai Saigon District adalah pusat kota. Iya, kita nginep di pusat kota Ho Chi Minh.

Saya sengaja memilih hotel di pusat kota karena tentunya dekat dengan beberapa tempat, jadi gak perlu ribet mikir naik apa untuk ke tempat-tempat wisata. Cukup jalan kaki, maka saya bisa menikmati banyak tempat di Ho Chi Minh City, meskipun agak kurang ya.

Pukul 5 sore, akhirnya saya memulai petualangan saya berjalan kaki di Ho Chi Minh City…

Makan Pho di Vietnam

Hal pertama yang ingin saya lakukan adalah makan Pho asli di Vietnam. Berhubung seminggu di Seoul saya selalu merasa gagal dengan makanan yang saya pesan, jadilah saya merasa saya butuh sesuatu yang familiar. Berbekal beberapa informasi dari google, saya pun menemukan restoran Halal di dekat hotel, cukup jalan kaki dua block, langsung ketemu restoran itu.

Pho – 20 Jam di Ho Chi Minh City

Pho dengan cabai iris ini jadi makanan paling nikmat yang saya makan setelah seminggu di Seoul. Itu rasanya terharu banget. Hahaha.

Saigon Central Post Office

Setelah makan Pho, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Saigon Central Post Office. Hari mulai gelap, saya pun berjalan kurang lebih 4 block menuju Saigon Central Post Office. Saat itu dalam hati saya, “ini kok mobil dan motor disini lebih kacau daripada di Jakarta ya?” Hihihi. Terus saya agak melongo pas mau nyebrang, udah ada lampu pengaturnya, tapi tetep aja gak bisa nyebrang. Persis kaya di Jakarta, tapi lebih parah…

Saigon Central Post Office ini dibangun di abad ke-19 ketika Vietnam masih jadi bagian dari French-Indochina. Di dalam bangunan ini tergantung gambar Ho Chi Minh atau Uncle Ho, pendiri Vietnam. Selain itu juga tergantung dua maps besar di bagian kanan dan kiri, satunya adalah map yang menunjukkan telegraph lines antara Vietnam dan Kamboja, dan satu lagi map yang menunjukkan wilayah Saigon pada tahun 1892.

Saigon Central Post Office
Saigon Central Post Office
Saigon Central Post Office

Notre Dame Cathedral

Di sebrang Saigon Central Post Office, terdapat bangunan gereja bersejarah yang lagi-lagi dibangun pada abad ke-19 saat Vietnam masih menjadi bagian dari French-Indocina.

Notre Dame Cathedral
Kiri: Notre Dame Cathedral; Kanan: Saigon Central Post Office

Ho Chi Minh City Hall

Dari daerah Saigon Central Post Office, saya pun melanjutkan perjalanan menuju Ho Chi Minh City Hall. Sebuah bangunan yang dibangun pada tahun 1902-1908 saat penjajahan Perancis.

Ho Chi Minh City Hall
Patung Ho Chi Minh di Ho Chi Minh City Hall

Setelah dari City Hall, saya sempet jalan jauh menyusuri jalanan di depan City Hall ini, berharap bisa liat delta Sungai Mekong, tapi apa daya kaki sudah gak sanggup melangkah, saya pun putar balik.

Katanya kaki sudah gak sanggup melangkah, tetep aja saya mampir di Ben Thanh Market dan beli beberapa oleh-oleh khas Vietnam. Hehehe. Sayangnya saat sampai di Ben Thanh market, handphone dan kamera saya sudah dalam kondisi mati karena kehabisan baterai.

Malam itu saya masuk ke hotel lagi pukul 10 malam. Langsung menunggu koper saya yang di reparasi sementara oleh Vietnam Airlines. Cuma punya beberapa jam untuk tidur karena jam 5.30 pagi saya sudah harus berangkat ke airport lagi untuk melanjutkan penerbangan saya ke Jakarta. Padahal pesawatnya baru jam 10, tapi karena Ho Chi Minh begitu jam 6 sudah macet parah, jadi kami disarankan untuk berangkat sebelum jam 6 pagi).

Begitu sampai airport lagi keesokan harinya, maka usai sudahlah perjalanan saya 20 jam di Vietnam, dengan kurang lebih cuma 6 jam menikmati Ho Chi Minh City.

Bye Ho Chi Minh!
Advertisements

6 thoughts on “20 Jam di Ho Chi Minh City

  1. hallo mbak nina
    saya rencana desember ini ke seoul pake vietnam air dan pulangnya transit di ho chi minh sama sekitar 2 jam an…yang mau saya tanya : 1. hotel yang recomended biar dapat semua sekitar 6 jam dengan jalan kaki hotel apa?..kami 8 orang denghan 4 anak anak 14,13,8,6 tahun 2. jarak tempuh naik grab berapa jam dari airport dan sekitar berapa biaya nya waktu itu, 3. vietnam air penerbangan fly thru atau tidak ya, apa koper harus diambil dan cek in ulang ya?… terima kasih sebelum nya mbak nina…

    1. Halo! sorry baru reply…
      1. Hotel Recommended kalo bener2 bermalam bisa coba Polygon Hotel, dia ada di district 1, dan pelayanannya okay. terus bisa jalan kaki ke Ben Tanh market, dan beberapa tempat yg saya mention di post ini…
      2. Jarak tempuh naik grab tergantung tingkat macet. Normal 45 menit, macet bisa 1.5 jam. tapi ongkosnya gak begitu mahal, cuma harus ready dengan bahasa kalbu karena banyak yg tidak bisa bahasa inggris 🙂
      3. penerbangan fly thru, kecuali transit lama. kemarin saat transit sekitar 20 jam saya harus ambil koper dulu, kemudian check in lagi keesokan harinya.
      4. gak perlu visa 🙂 Vietnam masih bagian negara ASEAN, jadi kita bebas masuk dan gak perlu isi form. tapi kalo bawa anak2 harus sabar ya, karena saya waktu itu sekitar 1.5 jam-an melewati bagian imigrasi. penuh sekali.

      semoga membantu 🙂

  2. maaf kelupaan …gak perlu visa kan kalau di bawah 24 jam di vietnam( kalau di beijing transit selama dibawah 24 jam hanya perlu visa transit saja)…atau vietnam memang tidak perlu visa warga negara indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s