Impulsive Penang

im·pul·sive
/imˈpəlsiv/
acting or done without forethought.

Lucu bagaimana saya dan dua orang teman akhirnya membeli tiket pulang pergi ke Penang pada bulan Desember tahun lalu. Sepuluh hari sebelum keberangkatan, kami baru memutuskan membeli tiket, setelah itu? Tentunya kelabakan bikin itinerary dan cari hotel. Haha. Impulsive karena liat tiket pesawat promo dan terlalu butuh untuk jalan-jalan.

Perjalanan 3 hari 2 malam kami ke Penang bener-bener pure tidak menggunakan itinerary. Begitu mendarat di bandara Penang, kami bertiga liat-liatan, “naik apa nih ke Georgetown?”. Pilihan pun tentunya berakhir dengan naik bis. Pelajaran pentingnya adalah, tuker uang kecil dulu sebelum naik bis di Penang, karenaaa tidak disediakan kembalian. Haha. Dari bandara menuju Georgetown kita diharuskan membayar RM 2.7, karena kami bertiga, kami harus bayar RM 8.1, tapi karena tidak punya uang kecil, kami pun merelakan RM 10 siang itu.

Siang itu setelah check in lebih awal di hotel, kami memutuskan berjalan kaki berburu mural. Dan ini adalah sebuah keputusan yang salah karenaaa….. PANAS! Tapi tetep loh semangat cari mural meskipun mulutnya ini bilang “panaaassss” atau “panas banget ya Allah”. Setelah 2 jam berburu mural dan jalan kaki sampai daerah Clan Jetties, kami memutuskan pesan grab untuk kembali ke hotel untuk mandi. Saking panasnya itu loh.

Setelah mandi dan sedikit relax, kami pun memutuskan untuk menikmati sore di atasnya Komtar. Oiya, Komtar ini seperti landmark Penang, satu-satunya gedung tertinggi di Penang. Di lantai teratas, kita bisa menikmati landscape Penang yang unik, ditambah menikmati Komtar Skywalk yang merupakan outdoor glass skywalk tertinggi di Penang. Oh, ini mengingatkan saya akan Sky Deck yang ada di Menara KL (ceritanya disini). Dua teman saya ini agak takut-takut buat jalan di Skywalk, padahal saya udah tiduran disini serasa milik sendiri. Haha. Malam pertama itu pun habis di Komtar sambil belanja Tiger Balm di drugstore…

Hari kedua tanpa itinerary, setelah breakfast, kami meluncur ke Batu Feringgi. Lagi-lagi cuma nongkrong di Starbuck sambil ngeliatin orang main jetski. Hilang arah, kami pun memutuskan ke Entopia Butterfly Park. Puas main dengan kupu-kupu, kami pun lagi-lagi pesan grab menuju Penang Hill. Begitu tiba di Penang Hill, karena hari kedua itu adalah hari minggu, kami pun melongo liat antrian naik funicular train… WHAT? SEANTRI ITU? Malas dan laper, kita memutuskan batal ke atas. Terus ngelucu mau jalan kaki ke Kek Lok Sie, tapi alhamdulillah hanya lelucon karena ternyata lumayan jauh yaaaaa dari Penang Hill ke Kek Lok Sie. Lagi-lagi di Kek Lok Sie pun kami hanya sebentar karena hujan datang.

Hari ketiga tanpa itinerary, tentunya pengennya hari ini santai aja, belanja. Oh, saya jatuh cinta banget kan sama Tiger Balm, jadinya saya pengen banget balik lagi ke drugstore mau borong tiger balm. Haha. Jadilah hari ketiga itu kita cuma ke WonderFood Museum, museum replika makanan yang lucu banget. Will tell you about this place soon. Terus belanja. Terus karena dibisikin sama supir grab sebelumnya kalo jam penerbangan kami itu agak tricky karena di hari senin, kami memutuskan untuk berangkat ke airport lebih awal.

Kalo saya ditanya mau gak ke Penang lagi, saya mau banget! Lebih karena mau culinary trips sih. Karena kemarin saya gak sempat nyobain banyak makanan di Penang (FYI, dua teman saya itu agak pemilih untuk makan). Jadi pasti saya akan balik lagi. Pasti.

 

TIPS!

  • Pakai sunblock, bawa sunglasses, pakai baju nyaman
  • Selalu sedia uang kecil, karena kalo naik bis tidak disediakan kembalian
  • Kalo mau ke Penang Hill, perhatikan harinya, saat weekend antrian bisa sampai sekitar 2 jam
  • Grab adalah koentji
  • Cari penginapan di sekitar Georgetown, mungkin di sekitar jalan Lebuh Chulia, banyak makanan disini
  • Pake sepatu yang nyaman terutama kalo mau berburu murals… hihi.

 

Impulsive Penang
Impulsive Penang
Impulsive Penang
Impulsive Penang
Impulsive Penang
Impulsive Penang
Impulsive Penang
Impulsive Penang
Impulsive Penang
Impulsive Penang
Advertisements

5 thoughts on “Impulsive Penang

    1. Iya betul, ada adiknya teman jg divonis kena tumor di medan dan disuruh operasi langsung, tapi begitu ke penang ternyata itu gumpalan lemak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s