Cerita tentang Kesehatan Mental

Dua tahun terakhir kemarin adalah tahun-tahun yang menakutkan buat saya. Ada satu waktu saya sadar kalau apa yang saya alami itu gak ada apa-apanya mungkin dibandingkan dengan orang lain, tapi ada satu waktu lainnya saya tau kalau ini terlalu menakutkan buat saya.

Depresi, anxious, panic attack, jadi kawan saya selama beberapa waktu. Saya jatuh ke titik terendah hidup saya. Bingung. Setiap pagi saya nangis karena saya gak tau mau ngapain, rasanya mau mati aja. Begitu malam datang, saya takut untuk tidur karena saya takut gak bisa bangun. Saya gak PD, bahkan untuk angkat telfon dari sales asuransi, saya takut. Saya gak ngerasain apa-apa, cuma sedih yang gak ada ujungnya. Bahkan semua kerjaan terbengkalai karena saya gak punya motivasi.

Sampai suatu hari, saya terbangun dan menyadari: GAK NINA! Kamu harus bangkit. Kamu harus jadi kuat. Kamu harus ketemu dokter…

Maka perjalanan panjang demi perbaikan kesehatan mental saya itu pun dimulai. Masih panjang karena sampai detik ini, meskipun sudah jauh lebih baik, saya masih sering ketakutan. Banyak hal yang saya takuti, yang membuat saya gak nyaman, tapi saya mau memperbaiki semua itu dengan satu tujuan utama: bahagia.

Mungkin yang baca ini bakalan mikir “ngapain nih orang cerita?”, atau “lebay banget sih”, atau “ih kok gak malu sih cerita begituan?”

Dan inilah sedihnya saya, karena kesadaran kita tentang kesehatan mental itu masih sangat kurang. Orang-orang yang berjuang untuk memperbaiki kesehatan mentalnya, seperti saya, dianggap gak waras.  Orang-orang yang bilang pengen mati aja, seperti saya, dianggap imannya kurang, agamanya kurang, tidak dekat dengan Tuhan, dll.

Butuh keberanian besar buat saya untuk mengakui bahwa saya butuh pertolongan medis. Butuh keberanian besar buat saya untuk mengajak orang yang baca blog saya sadar, bahwa mungkin banyak orang di sekitar kita yang kesehatan mentalnya tidak baik, dan kita menganggap sepele masalah itu.

Saya ingin mengingatkan semuanya, bahwa kesehatan mental itu sangat penting. Apa yang saya rasakan itu sangat nyata. Dan bagaimanapun saya menjelaskannya, saya rasa gak semua orang paham betapa kesulitannya saya untuk menjelaskan ke kalian apa yang terjadi di kepala saya ini, karena bahkan saya gak bisa memahaminya…

Last but not least, seperti yang pernah saya tulis di akun IG saya, take a look at people beside you, around you, ask them. Care for them. We never know how hard it is for them to fight something that even they cannot explain it their selves.

because the bravest thing i did last year: continuing to live the life, when i wanted to end it so bad… 🙂

Advertisements

16 thoughts on “Cerita tentang Kesehatan Mental

  1. Semangaad Mbak, semoga bisa tetap ‘aware’ denga hidup, kenalan Sama diri sendiri, Dan belajar mencintai diri sendiri, you’re not alone sis. Latihan self-healing juga sangat membantu , biar sehat ‘jiwa-raga’ Kan 😃

    1. terimakasih mbak. betul sekali itu, self healing sangat membantu. pokoknya sekarang selalu berpesan sama orang2 sekitar untuk aware dengan hal seperti ini 🙂

      1. Sama” Mbak, iya bener, nyelipin obrolan begini ke rekan / sekitaran biar Sama” belajar ‘aware’ , edukasi penting bgt, kadang yang ngalamin juga nggak ‘sadar’ Kalo dirinya itu Lagi ‘sakit’ Kan, makasih sharingnya Mbak , doa terbaik, semoga lekas membaik, sehaat ‘jiwa-raga’

    1. yups betul. beberapa waktu ini masalah kesehatan mental itu udah mulai diangkat kok di media spt tirto.id, tapi ya tetep aja belum membuat banyak orang sadar bahwa kesehatan mental itu penting.

  2. Few days ago, my depression strikes back and the suicidal thought also ride along. So I know how you feel meski nggak 100%. My plan this year is also to get a professional help from a psychiatrist.

    1. mbaaakkk…. im sending you virtual hugs from jakarta *hugssss*. i know how it feels everytime it strikes back. aku pun beberapa kali menolak halus untuk cari professional help, but then i realised that even i couldnt help myself, so i decided to meet psychiatrist. and it helps me a loottt…

    1. standard orang dianggap sehat itu masih fisik sih ya mbak. terus orang agak memandang sebelah mata sama kesehatan mental, mereka mikirnya “kayanya hidup lo fine fine aja deh”; padahal yaaa siapa sih mereka~~

  3. Saya juga pernah gitu kadang juga masih gitu, terlalu banyak yang saya takutkan. dan benar butuh keberanian untuk menuliskan masalah ini, dan saya belum bisa menuliskannya 😅

    1. gak perlu takut untuk sharing, tapi sebelum sharing mungkin mencari bantuan profesional bisa membantu. semangat terus mbak 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s